Sering Terbangun di Jam yang Sama Setiap Malam? Ini Penjelasan Medisnya

Ilustrasi kebiasaan bangun di tengah malam. (©Magnific)

Petta – Pernahkah Anda terbangun tiba-tiba di tengah malam, lalu menoleh ke jam dan mendapati waktunya nyaris selalu sama? Fenomena ini kerap dikaitkan dengan hal-hal mistis, padahal penjelasannya jauh lebih ilmiah daripada yang dibayangkan banyak orang.

Menurut sejumlah ahli tidur, kebiasaan bangun di jam yang konsisten setiap malam berkaitan erat dengan cara kerja jam biologis tubuh. Dengan kata lain, tubuh Anda sebenarnya sedang menjalankan mekanisme alaminya sendiri, bukan sekadar kebetulan.

Peran Ritme Sirkadian di Balik Fenomena Ini

Tubuh manusia memiliki sistem pengatur waktu internal yang disebut ritme sirkadian. Sistem ini bekerja selama kurang lebih 24 jam dan mengatur kapan seseorang merasa mengantuk, terjaga, hingga lapar.

Selain itu, ritme sirkadian juga mengendalikan produksi berbagai hormon penting, seperti melatonin dan kortisol. Ketika mendekati waktu bangun yang biasa, tubuh mulai meningkatkan produksi kortisol sebagai sinyal untuk lebih waspada.

Karena itu, jika Anda terbiasa tidur dan bangun di jam tertentu setiap hari, otak akan “mengingat” pola tersebut. Alhasil, tubuh pun cenderung terbangun pada jam yang hampir sama meski tanpa alarm.

Fase Tidur Ringan yang Rentan Membangunkan

Selain ritme sirkadian, siklus tidur juga turut memengaruhi mengapa seseorang mudah terbangun pada jam tertentu. Neurolog dari Virginia Mason Franciscan Health, Seattle, Brandon Peters-Mathews, menjelaskan bahwa umumnya terdapat empat tahap siklus tidur yang dilalui manusia sepanjang malam, dengan setiap tahap berlangsung sekitar 90 hingga 120 menit.

Pada rentang waktu tersebut, tidur akan bergantian antara fase ringan dan fase dalam. Nah, saat berada di fase tidur ringan, seseorang jauh lebih rentan terbangun, apalagi bila ada gangguan kecil seperti suara atau perubahan suhu ruangan.

Karena pola siklus ini cenderung berulang setiap malam, tidak heran jika waktu terbangun pun sering jatuh di jam yang mirip.

Stres dan Hormon Kortisol Turut Berperan

Di sisi lain, faktor psikologis juga tidak bisa diabaikan begitu saja. Ketika pikiran dipenuhi kecemasan atau tekanan pekerjaan, tubuh akan melepaskan hormon kortisol dalam jumlah lebih tinggi menjelang dini hari.

Kondisi ini membuat tubuh tetap waspada, sehingga sulit untuk kembali tidur nyenyak. Akibatnya, seseorang bisa terbangun berulang kali, bahkan pada jam yang cenderung sama setiap malam.

Beberapa kondisi kesehatan lain, seperti sleep apnea, refluks asam lambung, hingga nokturia atau sering buang air kecil di malam hari, juga dapat memicu gangguan serupa. Karena itu, penyebabnya sebaiknya tidak digeneralisasi tanpa pemeriksaan lebih lanjut.

Kapan Perlu Waspada?

Sebenarnya, terbangun sejenak di tengah malam termasuk hal yang wajar dan dialami hampir semua orang. Masalah baru muncul ketika kondisi tersebut terjadi terlalu sering dan sulit diatasi.

Dokter spesialis tidur dari Cleveland Clinic, Alicia Roth Drerup, mengingatkan bahwa kebiasaan berbaring lama dalam kondisi terjaga justru bisa memperparah masalah. Menurutnya, otak sangat mudah membentuk asosiasi, sehingga ketika kita tetap berada di tempat tidur dalam waktu lama dan terjaga, otak dapat mulai mengasosiasikan tempat tidur dengan aktivitas terjaga.

Jika hal itu terjadi, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk tetap berbaring. Bangkit sejenak dan melakukan aktivitas menenangkan, seperti membaca atau mendengarkan musik pelan, bisa membantu tubuh kembali rileks sebelum tidur lagi.

Cara Mengembalikan Kualitas Tidur

Agar tidak terus-menerus terbangun di jam yang sama, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba, di antaranya:

  1. Menjaga jadwal tidur dan bangun yang konsisten, termasuk di akhir pekan.
  2. Membatasi konsumsi kafein, alkohol, dan makanan berat menjelang malam.
  3. Mengurangi paparan cahaya layar gawai setidaknya satu jam sebelum tidur.
  4. Menciptakan suasana kamar yang gelap, sejuk, dan tenang.
  5. Melakukan teknik relaksasi seperti meditasi atau pernapasan dalam sebelum tidur.

Apabila kebiasaan terbangun di jam yang sama terus berlangsung dan mulai mengganggu produktivitas harian, konsultasi ke dokter menjadi langkah yang tepat. Dengan begitu, penyebab pastinya dapat diketahui dan ditangani sesuai kondisi masing-masing.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts

Lebih Dekat ke Masyarakat

Jangkau audiens lebih luas dan tepat sasaran melalui iklan di website kami