

Petta – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menyatakan siap memberikan pertimbangan dan masukan berkualitas kepada Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan itu disampaikan seusai pelantikan 26 anggota Wantimpres di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Ketua, wakil ketua, dan sejumlah anggota memaparkan pandangan mereka tentang amanah baru tersebut. Mereka menyoroti keberagaman latar belakang sekaligus peran Wantimpres sebagai penasihat Kepala Negara.
Pratikno: tugas khusus untuk Presiden
Ketua Wantimpres Pratikno lebih dulu menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Prabowo. Menurut dia, anggota yang baru adalah tokoh nasional dari berbagai bidang, agama, dan profesi yang berpengalaman mengabdi bagi negeri.
Dengan bekal itu, Pratikno yakin Wantimpres mampu memberi saran dan pertimbangan sesuai mandat undang-undang. Ia menegaskan bahwa seluruh kerja dewan ini ditujukan khusus kepada satu pihak, yakni Presiden.
Hatta Rajasa: nasihat bersifat rahasia
Senada dengan Pratikno, Wakil Ketua Wantimpres Hatta Rajasa mengatakan bahwa anggota akan menghimpun beragam perspektif dan pengetahuan. Tujuannya, memberi masukan berkualitas demi mensukseskan Presiden.
Hatta juga meminta awak media tidak menanyakan isi nasihat yang diberikan kepada Prabowo. Alasannya, undang-undang melarang anggota Wantimpres membukanya.
Ketentuan serupa tercantum dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2006 tentang Dewan Pertimbangan Presiden. Beleid itu menyebut anggota tidak dibenarkan menyebarluaskan isi nasihat dan pertimbangan kepada pihak mana pun. Di sisi lain, Wantimpres wajib memberi nasihat, baik diminta maupun tidak diminta oleh Presiden.
Pesan Prabowo dan kesan anggota baru
Anggota Wantimpres Rocky Gerung mengungkapkan pesan khusus Prabowo. Menurut Rocky, Presiden menekankan bahwa Wantimpres berkedudukan etis, bukan teknis. Karena itu, anggota diharapkan mampu menilai dampak kebijakan dan menjaga arahnya tetap selaras dengan visi Presiden.
Rocky menyamakan peran dewan ini dengan komite pengawas di perusahaan. Ia menilai Wantimpres tidak cukup sekadar merespons persoalan harian. Sebaliknya, diperlukan kontemplasi dan evaluasi untuk membaca masa depan bangsa.
Sementara itu, anggota lainnya, Budi Tanuwibowo, mengaku terkejut sekaligus terharu. Ia baru menerima kabar penunjukan itu pada Jumat pagi lewat telepon dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sebagai bagian dari komunitas Konghucu, Budi merasa kelompoknya yang paling kecil jumlahnya tetap “mendapat perhatian yang sama”. Ia menilai komposisi Wantimpres mencerminkan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Budi berharap kebersamaan dan kerukunan terus menjadi kekuatan Indonesia untuk maju.
Sebelumnya, Prabowo mengangkat 26 anggota Wantimpres berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026.