

Makassar, Petta – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi resmi bergabung dengan Partai Demokrat. Langkah itu ditandai penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) dan jaket partai di Hotel Claro Makassar, Kamis (8/10/2026).
Penyerahan KTA berlangsung dalam kegiatan Pendidikan Politik DPD Demokrat Sulawesi Selatan (Sulsel). Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe menyerahkan kartu itu di hadapan pengurus dan peserta kegiatan. Setelah itu, Deputi BPOKK DPP Demokrat Agustinus Tamo Mbapa memasangkan jaket dan pin partai kepada Appi.
“Selamat datang di Partai Demokrat, mudah-mudahan Pak Appi bisa senang, bisa nyaman. Mudah-mudahan Demokrat Sulsel lebih sukses ke depan,” ujar Ni’matullah.
Datang ‘bawa diri’
Dalam sambutan pertamanya sebagai kader, Appi menegaskan bahwa ia bergabung sebagai individu. Menurut dia, kerja sama antarkader menjadi kunci agar partai bisa bergerak.
“Saya ini hanya sendiri datang, dan tidak bisa melakukan apa-apa kalau kita tidak bangun kerja sama dan kolaborasi sesama kader Partai Demokrat. Ke depan tentu banyak hal yang harus kita lakukan untuk membesarkan Partai Demokrat,” kata Appi.
Ia mengaku belum membawa gerbong politik dari partai sebelumnya. “Saya baru bawa diri saya sendiri ini,” ujarnya. Appi menyerahkan pilihan kepada masing-masing pihak jika ada kader atau simpatisan yang ingin mengikuti langkahnya.
Appi juga mengungkit hubungan lamanya dengan Demokrat. “Saya punya history, sejarah politik dengan Partai Demokrat. Demokrat selalu menyupport dan mendukung saya bertarung di Pilkada Kota Makassar,” kata dia.
Partai berlambang bintang mercy itu mendukung Appi pada Pilwalkot Makassar 2020 dan 2024. Pada 2024, Appi berpasangan dengan Aliyah Mustika Ilham dan memenangi kontestasi tersebut.
Tiga hari setelah mundur dari Golkar
Kepindahan ini terjadi tiga hari setelah Appi meninggalkan Partai Golkar. Surat pengunduran dirinya diserahkan langsung kepada Ketua DPD I Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin, Senin (5/10/2026). Dalam surat itu, Appi menyebut Golkar sebagai rumah tempatnya ditempa.
Ilham mengaku menghormati keputusan tersebut. Ia berencana menyerahkan surat pengunduran diri itu ke DPP Golkar.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pakar DPP Demokrat Andi Alfian Malarangeng datang ke Makassar untuk mengajak Appi bergabung. “Saya mengajak Bung Appi untuk bergabung memperkuat Partai Demokrat di Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Appi lantas menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). “Tujuan saya jelas, setelah bergabung di partai Demokrat, bersama seluruh kader membesarkan partai sesuai dengan amanah Ketua Umum pak AHY,” tandas Appi.
Kalkulasi politik di Makassar
Ni’matullah menyebut Demokrat kini memiliki keluarga baru dan kekuatan baru. Menurut dia, kehadiran Appi diyakini mengangkat posisi tawar politik partai ke depan.
Meski begitu, Demokrat masih menghadapi tantangan di DPRD Makassar. Pada Pemilu 2024, partai ini meraih tiga kursi, sedangkan Golkar enam kursi. Dengan kalkulasi minimal delapan kursi, Demokrat belum bisa mengusung pasangan calon sendiri di Pilwalkot Makassar. Partai itu masih butuh lima kursi tambahan dari partai lain.
Pengamat politik UIN Alauddin Makassar Firdaus Muhammad sebelumnya menilai, pindah partai tidak otomatis menjamin karier politik seseorang membaik. Namun, ia mengakui Appi sudah punya modal kuat.
“Basis dan jaringan politiknya kuat. Jika pindah partai justru mulai adaptasi dan berjuang meniti karier dari awal lagi. Lebih berat jika kelak harus melawan Golkar, partai yang dibesarkan dan membesarkannya,” kata Firdaus.