Resmikan MCH Kedua, Pemkot Makassar Perkuat Ekosistem Teknopreneur Anak Muda

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat meluncurkan MCH Nabuka Nusantara guna memperkuat ekosistem technopreneur pemuda di Makassar, Minggu malam (26/07/2026). (©Humas Pemkot Makassar)

Makassar, Petta – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kembali menambah ruang kreatif bagi pemuda Makassar melalui Makassar Creative Hub (MCH) kedua bertajuk “Nabuka Nusantara”, guna memperkuat ekosistem teknopreneur di kalangan anak muda.

“Ini adalah Creative Hub yang kedua yang dihadirkan oleh Pemerintah Kota Makassar,” ujar Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melalui keterangannya di Makassar, Senin (27/7/2026).

Ruang kreatif kedua ini diluncurkan di Jalan Nusantara, Kecamatan Wajo, pada Minggu (26/7/2026) malam, ditandai dengan penabuhan gendang oleh Munafri, didampingi Ketua Tim Pengembangan Ekosistem Digital Kota Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Rama Krisna Prasetya, Ketua Dekranasda Kota Makassar Melinda Aksa, Sekda Kota Makassar Andi Zulkifli Nanda, serta Koordinator MCH Muhammad Sabeq. Kehadiran pusat kreativitas ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pengusaha yang menggabungkan keahlian bisnis dengan teknologi modern untuk menciptakan produk, layanan, atau solusi inovatif.

Wali Kota: Ruang Kreatif Jadi Infrastruktur Utama

Munafri yang akrab disapa Appi menegaskan, kehadiran MCH merupakan bentuk keseriusan pemerintah kota dalam menyediakan infrastruktur pendukung bagi aktivitas anak muda, khususnya di bidang kreativitas, digitalisasi, kebudayaan, dan ekonomi kreatif.

“Kita membuat Creative Hub ini dengan satu keyakinan bahwa ruang-ruang kreatif yang ada di Kota Makassar harus disediakan sebagai infrastruktur utama untuk mensupport segala kegiatan yang akan dilakukan oleh anak muda Kota Makassar,” katanya.

Ia mencontohkan keberhasilan MCH pertama di kawasan Pantai Losari yang telah menjadi lokasi ratusan kegiatan lokal, nasional, hingga internasional. “Di MCH ini kita mempertemukan para pencari kerja dan pemberi kerja, para konsumen dan produsen. Ini menjadi tempat belajar, bertumbuh, dan meningkatkan kemampuan anak-anak muda kita,” tambahnya.

Appi juga mengingatkan agar perangkat daerah tidak membawa alur birokrasi ke dalam pengelolaan MCH. “Pemerintah hanya menjadi fasilitator. Jangan bawa alur birokrasi ke dalam Creative Hub ini. Biarkan anak-anak muda yang mengurus dan mengembangkan sesuai dengan kebutuhan mereka,” tegasnya.

Komdigi Tawarkan Kolaborasi Sekolah Coding dan Startup

Sementara itu, Rama Krisna Prasetya dari Komdigi RI menyebut MCH Nabuka Nusantara punya konteks erat dengan penguatan ekonomi kreatif, khususnya sektor technopreneur.

“Ini adalah ruang kreatif untuk anak muda di Kota Makassar, kita dorong anak muda Makassar belajar, tumbuh dan kembangkan bakat,” ujarnya.

Ia membuka peluang kolaborasi dengan komunitas dan pengelola MCH, termasuk kemungkinan menghadirkan program edukasi seperti sekolah coding maupun kegiatan pengembangan startup. “Kalau mungkin kita bisa bikin semacam sekolah coding, sekolah startup, kita siap untuk mendukung teman-teman MCH di Makassar dari sisi technopreneur-nya,” lanjut Rama.

Menurutnya, anak muda tidak cukup hanya memiliki kreativitas dan ide, tetapi juga perlu pendampingan agar mampu mengembangkan idenya menjadi produk, layanan, maupun usaha yang berkelanjutan. “Makassar Creative Hub semangatnya ke ekonomi kreatif. Nanti kita siap untuk berkolaborasi untuk perkuat ekosistem kreatif,” tuturnya.

Pemkot Makassar sendiri menargetkan kehadiran tiga MCH pada tahun ini. “Mudah-mudahan di tahun ini akan ada tiga Creative Hub yang ada di Kota Makassar,” harap Appi.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts