Siaga Perang Global, Malaysia Pastikan Stok Pangan Aman Enam Bulan

Wakil PM Malaysia Zahid Hamidi. Foto: AFP PHOTO / ISHARA S.KODIKARA

KUALA LUMPUR, Petta – Pemerintah Malaysia memastikan persediaan pangan nasional mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setidaknya selama enam bulan ke depan. Kepastian tersebut disampaikan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap ancaman konflik global.

Ahmad Zahid mengatakan, kondisi ketahanan pangan dan persediaan kebutuhan pokok Malaysia masih mencukupi. Karena itu, pemerintah belum melihat kebutuhan untuk menerapkan langkah darurat atau meminta masyarakat menimbun makanan.

“Kami tidak melihat adanya kebutuhan untuk mengambil langkah seperti itu karena ketahanan pangan dan tingkat persediaan kami mencukupi. Kami tahu bahwa kami memiliki kapasitas untuk menjaga ketahanan pangan setidaknya selama enam bulan,” kata Ahmad Zahid, Senin (2/11/2026), dikutip dari Bernama.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah menghadiri pertemuan kerja sama Malaysia-China dalam bidang investasi, perdagangan, dan pemberdayaan ekonomi di Kuala Lumpur.

Malaysia Belum Berlakukan Langkah Darurat

Ahmad Zahid menegaskan Malaysia belum berada dalam situasi darurat yang mengharuskan masyarakat menyimpan persediaan makanan dan kebutuhan pokok dalam jumlah besar. Pemerintah, kata dia, terus memastikan ketersediaan barang kebutuhan dasar bagi masyarakat dan warga yang berada di negara tersebut.

“Kita tidak berada dalam keadaan darurat dan, Insya Allah, masih jauh dari situasi seperti itu,” ujarnya.

Meski demikian, pemerintah tetap melakukan pemantauan terhadap ketersediaan pangan dan barang kebutuhan sehari-hari. Langkah ini diperlukan untuk memastikan pasokan tetap terkendali apabila terjadi gangguan akibat perkembangan situasi global.

Puluhan Negara Imbau Warga Siapkan Persediaan Darurat

Pernyataan Ahmad Zahid muncul setelah laporan mengenai sedikitnya 33 negara yang mengeluarkan panduan kesiapsiagaan bagi masyarakat. Negara-negara tersebut mendorong warganya menyiapkan persediaan makanan, air minum, dan kebutuhan dasar untuk menghadapi kemungkinan keadaan darurat.

Imbauan itu berkaitan dengan beragam ancaman global, mulai dari konflik bersenjata, cuaca ekstrem, gangguan pasokan listrik, hingga serangan siber. Situasi tersebut mendorong sejumlah pemerintah memperkuat kesiapan masyarakat menghadapi gangguan layanan dan distribusi kebutuhan pokok.

Prancis dan Inggris termasuk negara yang mendorong masyarakat menyiapkan persediaan kebutuhan dasar untuk setidaknya 72 jam atau tiga hari. Persediaan tersebut ditujukan untuk membantu rumah tangga bertahan ketika layanan publik atau rantai pasok mengalami gangguan.

Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Global

Di sisi lain, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan pemerintah tidak boleh menganggap remeh berbagai ancaman keamanan global. Menurutnya, risiko keamanan saat ini tidak hanya berkaitan dengan peperangan konvensional.

Ancaman juga mencakup serangan siber, penyebaran disinformasi, sabotase infrastruktur penting, serta gangguan rantai pasok. Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu memperkuat koordinasi antarlembaga dan mekanisme penanganan krisis.

Anwar menyebut pemerintah telah menggelar rapat khusus Dewan Keamanan Nasional untuk mengevaluasi kesiapan negara menghadapi ketidakpastian geopolitik dan ancaman keamanan hibrida. Perlindungan terhadap pasokan pangan, air, dan energi menjadi bagian dari perhatian pemerintah.

Dengan kapasitas ketahanan pangan yang diklaim mencukupi selama enam bulan, pemerintah Malaysia menilai masyarakat belum perlu melakukan pembelian berlebihan. Namun, pemantauan pasokan tetap dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas kebutuhan pokok di tengah ketidakpastian global.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts

Lebih Dekat ke Masyarakat

Jangkau audiens lebih luas dan tepat sasaran melalui iklan di website kami