
Jakarta, Petta – Presiden Prabowo Subianto menjadwalkan pertemuan besar dengan memanggil seluruh anggota Kabinet Merah Putih, pejabat eselon I kementerian/lembaga, hingga Direktur Utama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026) siang.
Pertemuan yang dikemas dalam bentuk rapat kerja dan taklimat (briefing) ini direncanakan mulai berlangsung pukul 14.00 WIB. Pantauan di lokasi menunjukkan persiapan tenda bernuansa biru-putih telah disiagakan untuk menyambut sekitar 800 pejabat negara dan pimpinan korporasi plat merah.
Konsolidasi Kebijakan Ekonomi
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa pemanggilan ini bertujuan untuk menyelaraskan visi pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi di kuartal kedua tahun 2026.
“Bapak Presiden mengumpulkan seluruh anggota Kabinet Merah Putih beserta seluruh eselon I K/L, seluruh Dirjen atau Deputi, serta para Dirut BUMN,” ujar Teddy kepada awak media di lingkungan Istana Kepresidenan, Rabu (8/4/2026)
Senada dengan hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pertemuan ini akan menjadi panggung bagi Presiden untuk menyampaikan direktif khusus terkait kebijakan ekonomi nasional.
“Akan ada beberapa kebijakan ekonomi yang akan disampaikan Presiden dan jajaran kabinet kepada semua pejabat negara. Besok (hari ini) diminta untuk disampaikan, kita lihat nanti,” kata Airlangga usai rapat terbatas di Istana, Selasa (7/4/2026).
Fokus pada Stabilitas dan Transformasi
Berdasarkan informasi yang dihimpun, taklimat hari ini akan menyoroti kondisi ekonomi makro terkini. Presiden Prabowo dijadwalkan memberikan paparan didampingi oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia.
Dua poin krusial yang diprediksi menjadi bahasan utama adalah kepastian harga energi dan transformasi birokrasi BUMN. Sebelumnya, pemerintah telah memberi sinyal untuk mempertahankan harga BBM bersubsidi guna menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, agenda restrukturisasi BUMN, termasuk penggabungan belasan perusahaan logistik, menjadi target yang harus tuntas pada tahun ini.
Kehadiran para pejabat eselon I dan Dirut BUMN dianggap vital karena mereka merupakan eksekutor teknis di lapangan. Dengan pengumpulan massa pejabat dalam skala besar ini, Presiden ingin memastikan tidak ada sumbatan komunikasi (bottleneck) dalam implementasi kebijakan dari level menteri hingga ke operator tingkat bawah.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah menteri seperti Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto serta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko terpantau telah hadir di kompleks Istana Negara.
