
Makassar, Petta – Wali Kota Makassar sekaligus Ketua DPD II Partai Golkar Makassar, Munafri Arifuddin atau yang akrab disapa Appi, dikabarkan batal maju sebagai calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kabar tersebut disampaikan Ketua DPD II Partai Golkar Takalar, Zulkarnain Arif, yang mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Appi menjelang batas waktu pengembalian formulir pendaftaran bakal calon ketua.
Menurut Zulkarnain, batalnya Appi mendaftar bukan tanpa sebab. Ada satu poin persyaratan dari total 13 ketentuan pendaftaran calon Ketua Golkar Sulsel yang tidak bisa dipenuhi oleh Wali Kota Makassar dua periode itu.
“Pak Appi tidak kembalikan formulir karena ada poin yang tidak dia miliki,” ujar Zulkarnain, Rabu (15/7/2026).
Poin yang dimaksud adalah kewajiban melampirkan fotokopi sertifikat atau piagam yang diterbitkan oleh Partai Golkar, salah satu syarat administratif untuk maju sebagai calon ketua formatur di Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Sulsel 2026.
Appi Disebut Akan Pamit dari Golkar
Selain membatalkan pengembalian formulir, Zulkarnain juga mengungkap rencana lain dari Appi. Ia menyebut Appi berniat mengundurkan diri sepenuhnya dari Partai Golkar sepulang menunaikan ibadah umrah.
“Itu percakapan saya kemarin. Pak Appi sekaligus nanti akan pamit dari Golkar sekembalinya dari Umrah. Itu penyampaian terakhir ke saya,” ungkap Zulkarnain.
Namun, saat ditanya lebih jauh mengenai kemungkinan Appi berlabuh ke partai politik lain, Zulkarnain memilih tidak berspekulasi dan menyerahkan jawabannya langsung kepada yang bersangkutan.
“Kalau soal itu, bisa ditanyakan langsung ke beliau (Appi),” katanya.
Absen di Musda, Appi Pilih Berangkat Umrah
Kabar mundurnya Appi ini muncul bersamaan dengan kepastian bahwa ia tidak akan menghadiri rangkaian Musda XI Golkar Sulsel yang dijadwalkan berlangsung di Hotel Claro Makassar, Sabtu (18/7/2026).
Appi memilih menunaikan ibadah umrah ke Arab Saudi bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, selama sembilan hari, dan dijadwalkan berada di Tanah Suci hingga 23 Juli 2026. Selama masa tersebut, roda pemerintahan Kota Makassar untuk sementara dijalankan oleh Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, sebagai Pelaksana Harian (Plh).
Sebelumnya, panitia penjaringan mencatat hanya ada dua kader yang sempat mengambil formulir pendaftaran, yakni Ilham Arief Sirajuddin (IAS) dan Munafri Arifuddin. Namun hingga tenggat pengembalian formulir yang jatuh pada Jumat (17/7/2026), baru pihak IAS yang memastikan kehadirannya, sementara kubu Appi belum memberikan kepastian apa pun.
Dengan mundurnya Appi, bursa calon Ketua Golkar Sulsel pada Musda XI kali ini praktis hanya akan diramaikan oleh nama Ilham Arief Sirajuddin, yang sebelumnya juga dilaporkan telah mengantongi dukungan mayoritas dari puluhan DPD II Golkar kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.