UMI Jadi yang Pertama Buka Program Doktor Teknik Kimia, Ini Kata Rektor

Universitas Muslim Indonesia (UMI) resmi menerima Surat Keputusan (SK) pembukaan Program Studi Doktor Teknik Kimia Program Pascasarjana UMI yang diserahkan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX, Dr. Andi Lukman, M.Si, kepada Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH, MH. Penyerahan SK berlangsung di Aula PJJ PPS UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Senin (6/7/2026). (©Universitas Muslim Indonesia)

Makassar, Petta – Universitas Muslim Indonesia (UMI) resmi mengantongi Surat Keputusan (SK) pembukaan Program Studi Doktor Teknik Kimia di bawah Program Pascasarjana (PPS) UMI. Penyerahan SK berlangsung di Aula Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) PPS UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Senin (6/7/2026).

SK tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX, Dr Andi Lukman, kepada Rektor UMI, Prof Dr H Hambali Thalib. Selanjutnya, Rektor UMI menyerahkan SK itu kepada Direktur PPS UMI, Prof Dr H Laode Husen.

Prosesi penyerahan disaksikan oleh jajaran pimpinan Yayasan Wakaf UMI, pimpinan rektorat, pengelola Program Pascasarjana UMI, serta perwakilan Fakultas Teknologi Industri (FTI) UMI.

Rektor UMI, Prof Hambali Thalib, mengatakan proses terbitnya SK Program Studi Doktor Teknik Kimia PPS UMI berlangsung relatif singkat. Menurutnya, hal ini menjadi bukti komitmen UMI dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi sekaligus memperluas akses pendidikan doktoral bagi masyarakat.

“Kita bersyukur pembukaan Program Studi Doktor Teknik Kimia dapat terealisasi dengan cepat,” ujar Guru Besar Hukum Pidana UMI itu.

Ia menambahkan, UMI saat ini juga tengah menantikan terbitnya SK untuk Program Studi Doktor Teknik Sipil, di samping beberapa rencana pembukaan program doktor lain yang masih dalam tahap penggodokan.

“Dalam waktu dekat kita juga berharap SK Program Studi Doktor Teknik Sipil dapat segera terbit. Selain itu, pembukaan program studi doktor lainnya juga sedang terus kita gagas,” kata Hambali.

Meski demikian, Hambali menekankan bahwa pengembangan program studi baru harus dibarengi dengan pengelolaan yang matang, mulai dari aspek operasional, ketersediaan sumber daya, hingga penataan dosen homebase. Tujuannya agar setiap program studi dapat berjalan optimal tanpa saling tumpang tindih.

“Kita harus mengatur operasionalnya dengan baik, termasuk penguatan sumber daya dan penempatan dosen homebase, sehingga seluruh program studi semakin efektif, berkualitas, dan memiliki daya saing,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah IX, Dr Andi Lukman, menyampaikan apresiasi atas capaian UMI yang berhasil membuka Program Studi Doktor Teknik Kimia. Ia menilai pencapaian tersebut sebagai prestasi yang membanggakan, mengingat UMI menjadi perguruan tinggi pertama yang menyelenggarakan program doktor tersebut di lingkup LLDikti Wilayah IX.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts

Lebih Dekat ke Masyarakat

Jangkau audiens lebih luas dan tepat sasaran melalui iklan di website kami