

Petta – Presiden Prabowo Subianto resmi mengangkat 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Jumlah anggota Wantimpres kali ini tercatat paling banyak sepanjang sejarah.
Pada era Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo, jumlah anggota Wantimpres maksimal hanya 11 orang.
Pengangkatan didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026. Keppres itu dibacakan Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara, Nanik Purwanti.
Dalam susunan baru, Pratikno ditetapkan sebagai ketua merangkap anggota. Mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa menjadi wakil ketua. Adapun Muhammad Qodari menjabat sekretaris merangkap anggota.
Daftar 26 anggota Wantimpres
Berikut nama-nama yang diangkat berdasarkan Keppres tersebut:
- Pratikno (ketua merangkap anggota)
- Muhammad Hatta Rajasa (wakil ketua merangkap anggota)
- Muhammad Qodari (sekretaris merangkap anggota)
- Sinta Nuriyah Wahid
- Muhammad Quraish Shihab
- Agum Gumelar
- Chairul Tanjung
- Said Aqiel Siradj
- Anwar Iskandar
- Yahya Cholil Staquf
- Jusuf Wanandi
- Budi Gunawan
- Bambang Soesatyo
- Salim Segaf Al-Jufri
- Soekarwo
- Dato’ Sri Tahir
- Rocky Gerung
- Ida Bagus Purwalaksana
- Philip Kuncoro Wijaya
- Budi Santoso Tanuwibowo
- Anwar Usman
- Mohamad Hatta
- Jusuf Hamka
- Margarito Kamis
- Jacky Manuputty
- Ignasius Jonan
Mereka berasal dari kalangan tokoh agama, politik, dunia usaha, hingga pakar hukum.
Setelah Keppres dibacakan, Prabowo memimpin pengambilan sumpah jabatan. Dalam sumpah itu, para anggota berjanji “setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945” serta menjunjung tinggi etika jabatan.
Acara tersebut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming, pimpinan lembaga negara, serta sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih.
Pernyataan para anggota seusai dilantik
Usai pelantikan, Pratikno berterima kasih atas kepercayaan Presiden. Menurut dia, anggota Wantimpres yang baru adalah tokoh nasional dari berbagai bidang, agama, dan profesi. Ia menegaskan bahwa tugas dewan ini ditujukan khusus untuk Presiden.
Sementara itu, Hatta Rajasa menyebut Wantimpres akan menghimpun beragam perspektif untuk memberi masukan berkualitas. Ia meminta wartawan tidak menanyakan isi nasihat kepada Kepala Negara. Sebab, menurut Hatta, undang-undang menyatakan “kami dilarang untuk menyampaikan itu”.
Rocky Gerung mengungkapkan pesan Prabowo bahwa Wantimpres berkedudukan etis, bukan teknis. Ia menyamakan peran dewan ini dengan komite pengawas di perusahaan. Menurut Rocky, anggota harus berani menunjukkan kekeliruan persepsi publik terhadap kekuasaan.
Anggota lainnya, Budi Tanuwibowo, mengaku terkejut sekaligus terharu. Ia baru mendapat kabar penunjukan itu pada Jumat pagi lewat telepon dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Sebagai bagian dari komunitas Konghucu, ia menilai komposisi Wantimpres mencerminkan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Dengan pengangkatan ini, Wantimpres bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden, serta bertanggung jawab langsung kepada kepala negara.