

Barru, Petta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barru mencatatkan kinerja positif dalam pengelolaan APBD Tahun Anggaran 2026. Hingga pertengahan September 2026, realisasi pendapatan daerah tersebut sukses menjadi yang tertinggi di Provinsi Sulawesi Selatan.
Capaian gemilang ini merujuk pada data Laporan Realisasi Anggaran (LRA) per 10 September 2026. Berikut adalah rincian kinerja APBD Kabupaten Barru yang melampaui rata-rata nasional:
- Realisasi Pendapatan: Tembus 73,17 persen. Angka ini berada 13,43 poin di atas rata-rata nasional yang hanya sebesar 59,74 persen.
- Realisasi Belanja: Tembus 55,69 persen. Capaian ini juga unggul 6,96 poin dari angka rata-rata nasional yakni 48,73 persen.
- Peringkat Regional: Barru kokoh di urutan pertama se-Sulsel, disusul oleh Kabupaten Pangkep (72,94 persen) dan Kabupaten Sidrap (71,38 persen).
Apresiasi dari Kemendagri
Tingginya realisasi anggaran ini mendapat apresiasi langsung dari Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Agus Fatoni. Pujian tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi PAD di Hotel Mercure Makassar, Jumat (18/9/2026).
Menurut Agus, Pemkab Barru mampu menjaga ritme keuangan dengan sangat baik. Pencapaian ini diraih di tengah dinamika dan tantangan pengelolaan kas daerah.
“Di tengah tantangan pengelolaan anggaran dan peningkatan pendapatan daerah, Kabupaten Barru menunjukkan kinerja optimal dengan realisasi pendapatan 73,17 persen, tertinggi di Sulawesi Selatan,” ujar Agus Fatoni.
Fokus pada Kualitas Belanja Daerah
Menanggapi apresiasi tersebut, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menyampaikan rasa bangganya. Ia mengapresiasi seluruh perangkat daerah yang bekerja keras mengawal pelaksanaan APBD tahun ini.
“Capaian ini tentu patut kita syukuri dan apresiasi. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana setiap anggaran yang dikelola pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Barru,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tingginya realisasi tidak boleh sebatas deretan angka. Setiap program harus berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warga.
Oleh karena itu, seluruh pimpinan Perangkat Daerah diminta untuk terus menjaga ritme kerja yang cepat dan cermat.
“Kita harus menjaga momentum ini sampai akhir tahun. Jangan hanya mengejar realisasi, tetapi pastikan kualitas belanja dan hasil pembangunan tetap menjadi perhatian utama,” tegasnya.
Pemkab Barru berkomitmen untuk terus mendorong percepatan program kerja hingga penghujung tahun. Efektivitas, kualitas, serta asas manfaat bagi masyarakat luas akan selalu menjadi pedoman utama dalam setiap serapan anggaran.