Temui Warga Limbung Gowa, Lukman B Kady Janji Dorong Infrastruktur Tani dan Hunian Layak

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sulawesi Selatan, Lukman B Kady, melanjutkan agenda serap aspirasi dalam rangka Reses Masa Persidangan III Tahun 2026. Kali ini, Lukman menemui warga di Kelurahan Limbung, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Kamis (23/07/2026). Dok: Istimewa

Gowa, Petta – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sulawesi Selatan, Lukman B Kady, melanjutkan agenda serap aspirasi dalam rangka Reses Masa Persidangan III Tahun 2026. Kali ini, Lukman menemui warga di Kelurahan Limbung, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Kamis (23/07/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen fungsi kedewanan untuk menjemput bola, memetakan persoalan nyata, dan memastikan suara masyarakat di daerah pemilihan masuk dalam kebijakan anggaran daerah.

Pertemuan yang berlangsung dialogis tersebut dihadiri unsur Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Limbung, Koordinator Kabupaten Ukhuwa Ustadz Ella, serta para ketua RT dan RW se-Kelurahan Limbung.

Dalam tatap muka tersebut, perwakilan warga melayangkan sejumlah keluhan mendasar yang didominasi masalah infrastruktur penunjang ekonomi dan kesejahteraan. Tiga poin utama yang mendesak disuarakan meliputi pembangunan jalan tani, perbaikan saluran irigasi, serta program bantuan bedah rumah.

Solusi Berbasis Data dan Sinergi Teknis

Mendengar paparan dari para ketua RT dan RW, Lukman B Kady tak sekadar memberikan angin segar. Ia merespons keluhan warga dengan pendekatan teknis yang terukur, memilah mana kebutuhan sektor pertanian dan mana yang masuk kategori sosial pemukiman.

Lukman menegaskan, jalan tani dan irigasi merupakan tulang punggung ekonomi warga Limbung yang mayoritas mengandalkan sektor agraris. Oleh karena itu, penyelesaiannya harus dikawal secara presisi melalui dinas terkait.

“Jalan tani dan irigasi ini ibarat urat nadi perekonomian warga di sini. Kalau jalannya bagus dan airnya lancar, biaya logistik panen bisa ditekan. Mengenai permohonan ini, kami tidak mau asal janji. Langkah pertamanya, kami minta data titik lokasi dan panjang jalannya disinkronkan dulu bersama pihak kelurahan. Setelah datanya klir, kami di provinsi akan langsung dorong penganggarannya lewat dinas teknis terkait,”

Lukman B Kady, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan

Sementara untuk program bedah rumah, Lukman menekankan pentingnya verifikasi lapangan agar bantuan benar-benar jatuh ke tangan warga yang membutuhkan tanpa ada salah sasaran.

“Soal bedah rumah, ini menyangkut kelayakan hidup warga. Kami akan koordinasikan data pengusulannya dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Sulawesi Selatan (Disperkimtan Sulsel) agar terdata dalam skema prioritas bantuan penanganan rumah tidak layak huni. Yang terpenting status lahannya clear and clean, supaya proses eksekusi asistensi anggarannya nanti berjalan mulus,” lanjutnya.

Kawal Aspirasi Hingga Meja Eksekutif

Kehadiran jajaran Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga jajaran RT/RW dalam reses ini dinilai Lukman sebagai modal kuat untuk mempercepat proses identifikasi masalah di lapangan. Sinergi elemen tingkat lokal ini memudahkan pemetaan skala prioritas.

Lukman memastikan, seluruh rentetan masukan dari Kelurahan Limbung ini akan disusun secara sistematis dalam laporan resmi reses. Hasil perumusan tersebut bakal disodorkan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebagai bahan masukan utama dalam penyusunan program kerja pembangunan daerah mendatang.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts