

Petta – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mendampingi Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Sulawesi Selatan di kawasan Sudiang, Kota Makassar, Jumat (7/8/2026). Kunjungan ini turut diwarnai penampilan koreografi kertas dari para siswa yang menyambut kedatangan rombongan.
Sekolah tersebut merupakan satu dari sembilan Sekolah Rakyat yang dibangun pemerintah pusat di Sulawesi Selatan, dengan total investasi mencapai sekitar Rp2,2 triliun. SRT 3 sendiri mulai menerima 270 peserta didik dari 15 kabupaten/kota sejak pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pertengahan Juli lalu.
Dalam kunjungan itu, Andi Sudirman menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Mensos Saifullah Yusuf. Ia menilai kehadiran program Sekolah Rakyat membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak Indonesia, khususnya dari keluarga yang membutuhkan.
“Ini adalah program yang sangat istimewa dan menjadi amal jariyah yang besar dalam membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak Indonesia,” ujar Andi Sudirman.
Pemprov Sulsel Siapkan Lahan untuk Pengembangan
Menurut Andi Sudirman, kehadiran Sekolah Rakyat memberikan manfaat besar bagi Sulsel. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Sulsel berkomitmen mendukung keberlanjutan program tersebut.
Komitmen itu diwujudkan dengan menyiapkan aset dan lahan untuk pengembangan Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Dengan begitu, program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kabupaten dan kota.
“Alhamdulillah, Sulawesi Selatan sangat terbantu dengan kehadiran Sekolah Rakyat. Kami terus menyiapkan aset dan lahan agar program ini dapat berkembang dan menjangkau lebih banyak kabupaten/kota di Sulsel,” katanya.
Siswa Dibekali Bahasa Inggris hingga Mandarin
Tak hanya menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai, Sekolah Rakyat juga membekali peserta didik dengan kemampuan menghadapi tantangan global. Andi Sudirman menilai fasilitas sekolah tersebut sangat lengkap.
Selain itu, sekolah ini didukung tenaga pendidik yang berkualitas serta kurikulum pembelajaran bahasa asing. Para siswa diajarkan bahasa Inggris, Jepang, dan Mandarin sebagai bekal menghadapi persaingan global.
“Saya yakin bangunan ini akan menjadi rumah bagi anak-anak kita untuk menggapai masa depan yang lebih baik. Fasilitasnya sangat lengkap, tenaga pendidiknya luar biasa, bahkan para siswa dibekali kemampuan berbahasa Inggris, Jepang, hingga Mandarin sebagai bekal menghadapi persaingan global,” ujarnya.
Cetak Generasi Cerdas dan Berakhlak Mulia
Selain aspek akademik, pembentukan karakter dan akhlak turut menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Menurutnya, hal ini penting untuk mencetak generasi yang utuh.
“Saya optimistis Sekolah Rakyat akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia,” tambahnya.
Andi Sudirman meyakini Sekolah Rakyat akan menjadi salah satu pilihan masyarakat. Sebab, program ini memberikan kesempatan setara bagi setiap anak untuk memperoleh pendidikan berkualitas dan masa depan yang lebih baik.
Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Provinsi Sulsel siap mendukung penuh pengembangan Sekolah Rakyat ke depan. Bahkan, Pemprov masih memiliki lahan yang siap dimanfaatkan bila dibutuhkan.
“Jika dibutuhkan pengembangan Sekolah Rakyat ke depan, kami masih memiliki lahan yang siap dimanfaatkan demi memperluas manfaat program ini bagi masyarakat,” pungkasnya.