

Barru, Petta – Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari turun langsung menyerap aspirasi para petani melalui tradisi dialog Tudang Sipulung. Kegiatan tatap muka ini berlangsung hangat di kediaman Ketua Kelompok Tani Sepee I, Kelurahan Sepee, Kecamatan Barru, Rabu (21/10/2026) malam.
Forum silaturahmi tersebut menjadi ruang diskusi terbuka antara pemerintah daerah dan masyarakat pertanian setempat. Menurut bupati, inisiatif ini murni berangkat dari keinginannya untuk membangun kembali kedekatan emosional antara pemimpin dan rakyat.
“Bukan masyarakat yang datang dan menyampaikan ke Ibu Bupati, bukan masyarakat yang mencari saya, tetapi saya yang mencari masyarakat,” tegas Andi Ina.
Perjuangkan Pembangunan Bendungan
Dalam pertemuan itu, ia menyoroti urgensi pembangunan infrastruktur sumber daya air. Ketersediaan air dinilai sangat krusial untuk menjaga produktivitas lahan, terutama saat petani menghadapi ancaman musim kemarau panjang.
“Barru harus punya bendungan. Insyaallah, ini yang akan kita perjuangkan,” tegasnya.
Saat ini, pemerintah daerah telah memetakan lokasi potensial untuk proyek strategis tersebut. Selanjutnya, bupati berjanji akan memaksimalkan lobi anggaran ke pemerintah pusat mengingat tingginya biaya yang dibutuhkan. Selain bendungan, masalah pendangkalan sungai juga direspons serius dengan meminta dukungan alat keruk dari balai teknis pusat.
Pabrik Penggilingan dan Bantuan Alsintan
Di sisi lain, Andi Ina membawa kabar baik terkait rencana pembangunan pabrik penggilingan padi modern. Fasilitas yang dilengkapi mesin pengering jagung tersebut telah mendapatkan lampu hijau dari Kementerian Pertanian. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu menekan biaya operasional sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi lokal.
Terkait bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), bupati memberikan peringatan keras kepada jajarannya. Ia meminta penyaluran peralatan dilakukan secara adil tanpa memandang afiliasi pilihan politik warga.
“Jangan sampai karena mereka tidak memilih saya, lalu tidak diberikan bantuan. Tidak boleh seperti itu. Berikan kepada kelompok tani yang memang pantas dan layak mendapatkannya,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga terus berupaya melindungi lahan produktif agar tidak beralih fungsi. Melalui aturan tata ruang terbaru, sekitar 14.000 hektare lahan pertanian di Kabupaten Barru kini resmi dilindungi sebagai kawasan pangan berkelanjutan.
Tampung Keluhan Infrastruktur Umum
Tidak hanya urusan pertanian, forum Tudang Sipulung ini juga menampung berbagai keluhan warga secara umum. Sejumlah masyarakat memanfaatkan momen ini untuk mengusulkan perbaikan jalan rusak hingga pengembangan potensi wisata sejarah.
“Silakan sampaikan di forum ini, mumpung ada saya dan kepala dinas. Saya mendengar, mencatat, dan Insya Allah kita akan mencari solusi atas apa yang menjadi harapan masyarakat,” ujarnya.
Menutup kegiatan, bupati memberikan apresiasi khusus terhadap keberadaan Kelompok Wanita Tani (KWT). Ia mengajak seluruh kaum perempuan di desa untuk terus aktif menyuarakan kebutuhan demi kemajuan sektor pertanian dan ketahanan pangan keluarga.