

Barru, Petta – Pemerintah Kabupaten Barru terus mempercepat pembenahan sistem tata kelola persampahan daerah secara menyeluruh. Langkah kolaboratif dan inovasi teknologi diterapkan guna menekan dampak pencemaran lingkungan sekaligus menyongsong penilaian Adipura 2026.
Langkah strategis ini dibahas saat Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menerima kunjungan Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Sulawesi dan Maluku Kementerian Lingkungan Hidup, Dr. Azri Rasul, di Rumah Jabatan Bupati Barru, Selasa (11/8/2026).
Dalam pertemuan yang didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Barru H. Andi Adnan Azis tersebut, fokus pembahasan tertuju pada penanganan air lindi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), penekanan aroma tidak sedap, pengendalian gas metana, hingga persiapan penilaian Adipura yang akan dimulai September mendatang.
Penerapan Teknologi Mikrobiologi di TPA
Kepala Pusdal LH Sulawesi dan Maluku Dr. Azri Rasul memaparkan pentingnya menetralisasi cairan air lindi agar tidak mencemari lingkungan pemukiman sekitar karena mengandung amonia, bahan organik, dan logam berat.
Pusdal LH menawarkan solusi penggunaan teknologi pengolahan berbasis mikrobiologi memanfaatkan bakteri khusus. Teknologi ini dipadukan dengan instalasi surface jet aerator untuk mengurai bau, meningkatkan kualitas air lindi, serta mengendalikan potensi kebakaran akibat gas metana.
Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menyambut baik pendampingan teknis dan pelatihan dari Kementerian Lingkungan Hidup tersebut demi merevolusi TPA Barru.
“Persoalan sampah ini menjadi perhatian saya sejak awal. Kita ingin Barru menjadi daerah yang bersih dan tertata. Karena itu, saya meminta kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk memberikan masukan secara teknis, apa saja yang memang harus kita lakukan dan siapkan,” ujar Andi Ina.
Instruksi Keterlibatan Lintas Sektor dan Pesan Presiden
Andi Ina menegaskan bahwa tanggung jawab kebersihan lingkungan hidup tidak bisa dibebankan secara sepihak kepada Dinas Lingkungan Hidup semata. Ia menginstruksikan seluruh instansi, pengelola pasar, dinas pendidikan, hingga kelurahan untuk bahu-membahu menata sektornya masing-masing.
“Tidak boleh semua dibebankan kepada DLH. Semua harus bekerja sesuai kewenangannya. Kalau semua bergerak, insyaallah hasilnya akan lebih maksimal,” tegas Andi Ina.
Pada kesempatan itu, Bupati juga kembali mengingatkan arahan Presiden RI Prabowo Subianto saat Retreat Kepala Daerah di Magelang mengenai komitmen mutlak pimpinan daerah dalam menyelesaikan masalah sampah.
“Pesan Bapak Presiden sangat jelas, bagaimana kepala daerah menyelesaikan persoalan persampahan di daerahnya. Karena itu, ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya.
“Sebagai kepala daerah, tentu saya ingin Barru bersih, indah dan nyaman. Kita akan berusaha bersama, bukan hanya untuk mendapatkan penghargaan, tetapi yang paling penting bagaimana masyarakat Barru bisa merasakan lingkungan yang bersih dan sehat,” pungkas Andi Ina.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kabid Wilayah I Pusdal LH Sulawesi dan Maluku Arianah Alwi beserta tim teknis laboratorium Kementerian Lingkungan Hidup.