World Cleanup Day, Camat hingga RT/RW Kompak Bersihkan Perintis Kemerdekaan 4

Camat Tamalanrea, Bapak Andi Patiroi, S.H., M.H., turun langsung membersihkan lingkungan pada kegiatan World Cleanup Day (WCD) 2026 di titik lokasi Jalan Perintis Kemerdekaan 4, Kelurahan Tamalanrea Jaya, Minggu (20/9/2026). (©Kecamatan Tamalanrea)

Makassar, Petta – Camat Tamalanrea Andi Patiroi memantau langsung pelaksanaan World Cleanup Day (WCD) 2026 di Jalan Perintis Kemerdekaan 4, Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kota Makassar, Minggu (20/9/2026).

Ia datang bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Kerja Kecamatan Tamalanrea, Etty Faradilla Patiroi. Lurah Tamalanrea Jaya, Yulia Fitriyanti, turut mendampingi. Kehadiran para pimpinan wilayah ini menjadi bentuk dukungan nyata bagi warga yang terjun langsung membersihkan lingkungan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan bersama menjaga kebersihan sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat. Warga diajak semakin peduli pada pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.

“Kebersihan lingkungan bukan hanya tugas petugas kebersihan, tetapi tanggung jawab kita bersama. Kami berharap semangat gotong royong hari ini terus terjaga, sehingga Tamalanrea menjadi kecamatan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga,” ujar Andi Patiroi.

Seluruh kelurahan bergerak serentak

Aksi bersih-bersih tidak hanya berlangsung di Tamalanrea Jaya. Para lurah se-Kecamatan Tamalanrea juga menggelar WCD di wilayah masing-masing.

Mereka bergerak bersama pejabat dan staf kelurahan, pengurus RT dan RW, serta Satuan Petugas Kebersihan. Kolaborasi lintas unsur ini menunjukkan bahwa menjaga lingkungan menjadi kerja bersama pemerintah dan masyarakat.

Pola serupa juga terlihat pada peringatan WCD di tingkat kota. Tahun lalu, aksi gotong royong massal digelar serentak di seluruh wilayah Kota Makassar. Tahun ini, Kecamatan Tamalanrea melanjutkan semangat tersebut hingga ke tingkat kelurahan.

Gerakan global yang berakar dari aksi warga

World Cleanup Day merupakan gerakan global yang mengajak jutaan orang mengambil peran melawan pencemaran akibat sampah. Asal-usulnya bermula pada 2008 di Estonia, ketika sekitar 5.000 orang membersihkan negara mereka dalam lima jam.

Kini gerakan itu diperingati setiap September di berbagai negara, termasuk Indonesia. Di Tamalanrea, semangat yang sama diwujudkan lewat kerja bakti di tingkat kelurahan.

Melalui kegiatan ini, semangat gotong royong seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat diharapkan makin kuat. Tujuan akhirnya adalah lingkungan Kecamatan Tamalanrea yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts

Lebih Dekat ke Masyarakat

Jangkau audiens lebih luas dan tepat sasaran melalui iklan di website kami