SBY: “Kok Begini Liar Politik Kita”, Minta Prabowo Hidupkan Politik Berkeadaban

Copyright © ANTARA 2026

JAKARTA, Petta – Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan kegelisahan atas kondisi politik nasional lewat akun X pribadinya, Rabu (4/11/2026). Ia menilai politik kian “liar” dan meminta Presiden Prabowo Subianto menghidupkan kembali politik yang berkeadaban.

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu mengawali cuitannya dengan keheranan. “Kok begini liar politik kita,” tulisnya. Menurut SBY, demi merebut kekuasaan tampaknya “cara apapun dibenarkan”, tanpa peduli baik atau buruk, bermoral atau tidak.

SBY lalu menyampaikan kekhawatirannya terhadap rakyat. Ia takut akhirnya “rakyat merasa takut dan tidak tenteram hidup di negaranya sendiri”.

Permohonan kepada Presiden

Dalam cuitan yang sama, SBY menyampaikan permohonan langsung kepada kepala negara. Ia menyebut dirinya sebagai warga bangsa yang mencintai negeri ini, seperti warga negara Indonesia lainnya. “Saya bermohon kepada Presiden Prabowo untuk menghidupkan kembali politik yang berkeadaban,” tulisnya.

SBY menambahkan, “Ini panggilan sejarah. Ini amanah rakyat.” Ia juga mendoakan Prabowo diberi kekuatan dan tuntunan oleh Tuhan untuk menjalankan “misi mulia” itu. Cuitan tersebut ditutup dengan tanda SBY.

Unggahan itu cepat menyebar. Sekitar empat jam setelah diunggah, cuitan tersebut telah dilihat sekitar 4 juta kali. Jumlah suka mencapai 164 ribu dan unggah ulang 64 ribu.

Muncul Sehari Setelah Penetapan Tersangka

Waktu cuitan itu bertepatan dengan perkembangan kasus hukum yang sedang menjadi sorotan. Pada Selasa (3/11/2026) malam, Bareskrim Polri menetapkan tiga jenderal polisi sebagai tersangka dugaan penyadapan ilegal dan menahan mereka di Rutan Mabes Polri. Ketiganya adalah mantan Kapolri sekaligus Kepala Staf Kepresidenan Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ahrie Sonta Nasution, dan Irjen Eko Hadi Santoso.

Kabareskrim Komjen Asep Safrudin menyebut sasaran dugaan penyadapan itu mencakup Presiden, pejabat negara, tokoh politik, media, tokoh ormas, LSM, dan pengusaha. Sejumlah media mengaitkan cuitan SBY dengan kasus ini. Namun, SBY tidak menyebut nama Listyo Sigit maupun perkara tersebut dalam unggahannya. Dugaan terhadap para tersangka pun masih harus dibuktikan lewat proses peradilan.

Dari internal Demokrat, Herman menilai cuitan SBY mewakili keresahan masyarakat dan menyebut SBY sebagai sosok yang bisa menjadi teladan dalam menjalankan pemerintahan sesuai peraturan perundang-undangan. Soal dugaan penyadapan terhadap elite partai, ia menyatakan, “Kami sejak awal mengasumsikan memang ada penyadapan itu,” ujarnya di Gedung DPR, Rabu (4/11/2026).

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts

Lebih Dekat ke Masyarakat

Jangkau audiens lebih luas dan tepat sasaran melalui iklan di website kami