

Barru, Petta – Wakil Bupati Barru Abustan Andi Bintang berharap Turnamen Sepak Bola Liga Lorong ke-XII menjadi wadah lahirnya pemain-pemain muda berbakat yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Harapan tersebut disampaikan Abustan saat membuka secara resmi Liga Lorong ke-XII Tahun 2026 di Lapangan Andi Muis, Pekkae, Kecamatan Tanete Rilau, Sabtu (31/10/2026).
Menurut Abustan, turnamen yang telah memasuki penyelenggaraan ke-12 ini bukan sekadar kompetisi olahraga. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana mengembangkan potensi sepak bola di Kabupaten Barru.
“Atas nama Pemerintah Daerah sekaligus Ketua ASKAB PSSI Kabupaten Barru, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya turnamen Liga Lorong ke-XII ini. Kegiatan ini menjadi agenda yang terus berlanjut dan patut kita kembangkan,” ungkapnya.
Pembukaan turnamen diawali dengan penampilan tarian dari kelompok seni binaan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muslim Nusantara (UMN) Makassar. Penampilan tersebut menambah semarak suasana sebelum seremoni pembukaan berlangsung.
Wabup Soroti Pembinaan Sepak Bola Usia Dini
Dalam sambutannya, Abustan menekankan pentingnya pembinaan sepak bola secara berjenjang melalui Sekolah Sepak Bola (SSB) dan klub-klub lokal.
Ia mendorong penguatan pembinaan kelompok usia U-10, U-12, U-14, hingga U-16. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar semakin banyak talenta muda Barru mendapatkan kesempatan berkembang dan bersaing di tingkat nasional.
Abustan juga mencontohkan sejumlah pemain muda asal Barru yang telah memperoleh kesempatan bergabung dengan klub sepak bola di luar daerah. Hal itu menunjukkan bahwa daerah memiliki potensi atlet yang perlu didukung melalui pembinaan terarah dan berkelanjutan.
Secara khusus, ia menyoroti potensi sepak bola di Kecamatan Tanete Rilau. Ia berharap wilayah tersebut dapat melahirkan pemain berkualitas yang mengikuti jejak legenda sepak bola asal Barru, Ramang.
“Tanete Rilau ini memiliki potensi sepak bola yang besar. Karena itu, saya berharap pembinaan harus dimulai sejak usia dini. Mudah-mudahan dari sini lahir pemain-pemain hebat yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Barru, sehingga nama Ramang sebagai putra Barru kembali melegenda di kancah sepak bola nasional,” harapnya.
Delapan Tim Ikuti Liga Lorong XII
Selain pembinaan atlet, Abustan mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan turnamen sebagai sarana membangun kebersamaan dan sportivitas.
Ia menegaskan bahwa kompetisi tidak semata-mata mengejar kemenangan. Lebih dari itu, Liga Lorong diharapkan mempererat hubungan antarpemain, klub, dan masyarakat.
Karena itu, ia meminta pemain, panitia, serta perangkat pertandingan menjunjung tinggi prinsip fair play selama kompetisi berlangsung.
“Mari kita ikuti Liga Lorong ke-XII ini dengan semangat, kebersamaan, dan penuh kebahagiaan. Yang paling utama adalah bagaimana kegiatan ini membuat kita semua semakin akrab dan bahagia,” pesannya.
Pembukaan turnamen ditandai dengan pernyataan resmi Abustan yang dilanjutkan penyerahan piala bergilir oleh Ketua Panitia.
Liga Lorong ke-XII Tahun 2026 diikuti delapan tim dari unsur sekolah, instansi, perguruan tinggi, dan klub sepak bola setempat. Kompetisi tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga minggu, mulai 31 Oktober hingga 17 November 2026.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Panitia, Sekretaris Camat Tanete Rilau, H. Faisal Hatta selaku sponsor utama, Kapolsek Tanete Rilau, Danramil, tokoh masyarakat, serta seluruh peserta turnamen.
Melalui penyelenggaraan Liga Lorong, Pemerintah Kabupaten Barru berharap pembinaan sepak bola semakin berkembang dan mampu melahirkan generasi muda berprestasi yang mengharumkan nama daerah.