

Petta – Masa jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Selatan (Sulsel) Jufri Rahman berakhir pada 1 Oktober 2026. Seiring itu, sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mulai disebut berpeluang menjadi penjabat (Pj) penggantinya. Namun, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman belum mengonfirmasi nama-nama yang beredar.
Jufri dilantik pada 14 Agustus 2024 berdasarkan Keppres Nomor 97/TPA Tahun 2024 dan menggantikan Abdul Hayat Gani. Ia kini memasuki masa purnabakti menjelang usia 60 tahun.
Nama-Nama yang Beredar
Nama kandidat yang muncul berbeda-beda, bergantung pada media yang memberitakan. Berikut nama yang santer beredar:
- Andi Arwin Azis, Kepala Satpol PP Sulsel
- Andi Winarno Eka Putra, Kepala Bapenda Sulsel
- Iqbal Suhaeb, Kepala Dinas Dukcapil Sulsel
- Andi Iqbal Nadjamuddin, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel
- Reza Faisal Saleh, Kepala BKAD Sulsel
- Prof Muhammad Jufri, Kepala BKPSDM Sulsel
Di antara nama-nama itu, Arwin Azis disinyalir paling depan, hingga gubernur menunjuk sekda definitif. Arwin sebelumnya dikukuhkan sebagai penjabat sementara Wali Kota Makassar pada 2024.
Gubernur Belum Buka Suara
Andi Sudirman mengaku masih memetakan pejabat internal. Saat ditanya soal nama atau inisial, ia menjawab, “A sampai Z. Kita melihat dulu ya,” sambil terkekeh. Menurutnya, jabatan ini punya peran strategis. Ia menyebut “Sekda adalah posisi sentral untuk pembangunan dan juga komunikasi untuk semua OPD.”
Di sisi lain, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel Erwin Sodding menjelaskan mekanismenya. Gubernur akan mengirim satu nama calon ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Erwin belum menyebut siapa orangnya, tetapi memastikan, “Yang jelas Eselon IIA,” katanya.
Erwin juga menyebut persetujuan di Kemendagri biasanya tidak memakan waktu lama, sehingga Pemprov tidak terburu-buru mengirim nama. Pj Sekda nantinya menjabat hingga Sekda definitif ditetapkan.
Pekerjaan Rumah untuk Pengganti
Jufri menitipkan tiga hal kepada penerusnya, yakni pembinaan dan manajemen kepegawaian, pengelolaan keuangan daerah, serta pengamanan aset daerah. “Banyak hal yang mesti kita benahi,” ujarnya.
Kini publik menunggu siapa yang akhirnya diusulkan gubernur dan disetujui Kemendagri.