

Barru, Petta – Pemerintah Kabupaten Barru terus bergerak agresif menggaet investasi asing guna menggerakkan roda perekonomian daerah. Aksesibilitas logistik internasional dan kemudahan perizinan menjadi jualan utama untuk menarik investor global.
Langkah ini ditandai dengan kunjungan jajaran investor global dari Firman’s Group Indonesia bersama Jinchunyu Seed Technology asal China di Desa Siawung, Kecamatan Barru, Rabu (29/7/2026).
Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang hadir langsung menyambut rombongan investor mewakili Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang sedang menunaikan ibadah umrah.
“Kami mengucapkan selamat datang di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Pemerintah Kabupaten Barru sangat terbuka dan menyambut baik setiap investor yang ingin berinvestasi di daerah ini,” ujar Abustan.
Keunggulan Akses Pelabuhan Garongkong dan ALKI II
Dalam pemaparannya, Abustan membeberkan potensi geografis Kabupaten Barru yang memiliki luas wilayah 1.174,72 kilometer persegi serta garis pantai sepanjang 78 kilometer. Lokasi yang ditinjau investor di Desa Siawung telah diplot dalam tata ruang sebagai kawasan peruntukan industri.
Siawung memiliki nilai tambah logistik tinggi karena berjarak kurang dari 5 kilometer dari Pelabuhan Garongkong, pelabuhan alam yang berada tepat di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II dan terhubung dengan rute pelayaran internasional ke Laut China Selatan.
“Jalur ini sangat strategis dan memberikan kemudahan akses logistik, termasuk menuju Cina. Inilah salah meiliki keunggulan kompetitif Kabupaten Barru sebagai kawasan investasi,” jelas Abustan.
Guna menjamin kepastian berinvestasi, Abustan menegaskan bahwa Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Barru telah diperintahkan untuk mengawal penuh seluruh proses administrasi.
“Kalau ada investor yang bersedia berinvestasi di Barru, semuanya akan kami fasilitasi. Bupati Barru telah menginstruksikan DPMPTSP untuk membantu mengurus seluruh dokumen yang dibutuhkan agar proses investasi dapat berjalan dengan mudah dan cepat,” tegasnya.
Rencana Pusat Riset dan Industri Bawang Putih
Sementara itu, CEO Firman’s Group, Hendra Firmansyah, menjelaskan bahwa pihaknya menggandeng Jinchunyu Seed Technology, perusahaan riset pemuliaan benih asal China untuk menjajaki pengembangan kawasan hilirisasi bawang putih terintegrasi.
Kawasan terpadu tersebut direncanakan mencakup fasilitas pergudangan (cold storage), laboratorium riset, industri pemrosesan, hingga pengolahan produk turunan pertanian.
“Kami ingin melihat secara langsung potensi yang dimiliki Kabupaten Barru sekaligus membangun komunikasi dengan pemerintah daerah. Apabila seluruh tahapan berjalan baik, kami berharap dapat melanjutkan proses sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkap Hendra.
Hendra menambahkan, pihaknya akan segera melakukan kajian mendalam terkait legalitas lahan dan kesesuaian regulasi sebelum melangkah ke tahap realisasi investasi.
Kunjungan ini turut didampingi oleh Sekretaris Daerah Barru, Kepala DPMPTSP, Kadis Disperindag, Kadis TPHP, Kadis Perhubungan, Kepala Bapperida, perwakilan Dinas PU, Camat Barru, serta Kepala Desa Siawung.