

Petta – Arsenal berhasil mengakhiri penantian panjang selama 14 tahun setelah mengalahkan Liverpool 1-0 dalam lanjutan Premier League 2026/2027. Kemenangan tersebut terasa istimewa karena The Gunners akhirnya kembali membawa pulang tiga poin dari Stadion Anfield.
Pertandingan yang berlangsung pada Minggu (1/11/2026) waktu setempat atau Senin dini hari WIB itu ditentukan oleh gol Kai Havertz pada menit ke-16.
Arsenal sebelumnya tidak pernah menang dalam 13 kunjungan terakhir ke Anfield di kompetisi Premier League sejak September 2012. Catatan tersebut terdiri dari lima hasil imbang dan delapan kekalahan.
Kemenangan kali ini sekaligus mengakhiri salah satu catatan tandang terpanjang Arsenal di markas Liverpool.
Liverpool Tanpa Tembakan Tepat Sasaran
Selain memutus rekor buruk Arsenal, pertandingan ini juga menghadirkan catatan mengejutkan bagi Liverpool.
Berdasarkan data Opta, Liverpool melepaskan 17 tembakan sepanjang pertandingan. Namun, tidak satu pun mengarah tepat ke gawang Arsenal.
Catatan tersebut menjadi yang pertama bagi Liverpool dalam pertandingan kandang Premier League sejak pencatatan statistik Opta dimulai pada musim 2003/2004.
Artinya, dalam 442 pertandingan liga di Anfield selama periode tersebut, Liverpool belum pernah mengalami kegagalan mencatatkan tembakan tepat sasaran seperti ini.
Padahal, Liverpool sebenarnya cukup dominan dalam penguasaan bola. Tim tuan rumah mencatatkan 56,4 persen penguasaan bola, berbanding 43,6 persen milik Arsenal.
Liverpool juga beberapa kali memperoleh peluang berbahaya. Salah satunya melalui tendangan bebas Florian Wirtz yang membentur mistar gawang pada babak pertama.
Alexis Mac Allister juga memperoleh kesempatan melalui sundulan, tetapi bola masih melambung di atas mistar.
Sebaliknya, pertahanan Arsenal tampil disiplin dalam meredam serangan Liverpool. David Raya bahkan tidak perlu melakukan penyelamatan untuk menggagalkan tembakan tepat sasaran lawan.
Kai Havertz Jadi Penentu Kemenangan Arsenal
Gol kemenangan Arsenal tercipta melalui kerja sama Declan Rice dan Kai Havertz.
Berawal dari keberhasilan Arsenal merebut bola ketika Liverpool mencoba membangun serangan dari belakang, Rice kemudian mengirimkan umpan silang mendatar dari sisi kanan.
Havertz yang berada di depan gawang berhasil menyambut umpan tersebut dan mengubahnya menjadi gol pada menit ke-16.
Gol itu menjadi satu-satunya yang tercipta sepanjang pertandingan. Arsenal kemudian mempertahankan keunggulan hingga wasit meniup peluit panjang.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Ia menilai kemenangan di Anfield memiliki arti khusus karena timnya sudah menunggu selama 14 tahun untuk kembali meraih hasil tersebut.
Arsenal Makin Kokoh di Puncak Klasemen
Tambahan tiga poin dari Anfield semakin memperkuat posisi Arsenal dalam persaingan Premier League musim ini.
Kemenangan tersebut membawa Arsenal mengoleksi 24 poin dari sembilan pertandingan. Mereka unggul tiga poin atas Manchester City yang berada di posisi kedua.
Sementara itu, Liverpool tertahan di peringkat kelima dengan selisih sembilan poin dari Arsenal.
Hasil ini menjadi modal penting bagi Arsenal dalam menjaga persaingan menuju gelar juara. Sebaliknya, Liverpool perlu segera memperbaiki efektivitas penyelesaian akhir setelah gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran di kandang sendiri.
Bagi Arsenal, kemenangan di Anfield bukan sekadar tambahan tiga poin. Hasil tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya penantian panjang selama 14 tahun di markas Liverpool.